Senin, 19 Juni 2017

Menjadi Etnis Thionghoa di Indonesia itu nggak mudah




Menjadi Etnis Thionghoa di Indonesia itu nggak mudah guys, aku cuma mau curhat nih sama kalian para Bloggers, waktu sd aku sering banget di bully, Cina babi lah, anak haram, dan masih banyak lagi, bahkan buat nyentuh aku aja mereka jijik, apalagi waktu Smp, aku nggak tau mengapa mereka benci banget sama yang namnaya Cina,  tiap hari aku jadi bahan olokan , bahan ejekan , bahan pembicaraan mereka tiap hari, tapi aku mencoba untuk tegar, buat tugas kelompokpun mereka enggan berkelompok denganku, aku selalu mengerjakan apapun sendiri saat itu, bahkan duduk didekatku saja mereka sangat jijik seakan aku mempunyai penyakit HIV AIDS yang sangat akut dan harus di rehabilitsi dan nggak boleh di dekati oleh orang etss serem ya haha, sejak saat itu aku jadi orang yang pendiam sangat pendim, bahkan tiap kali lewat selalu diteriakin babi, saat berada dirumahpun, saat akan pergi belanja untuk toko mama, karena kebetulan saat aku masih smp mama jualan dan buka toko kelontong, jadi mau nggak mau aku harus bantuin mama belanja karena mama juga harus urusin adek aku yang masih kecil, di jalan selalu di cela, bahkan aku dan ibuku kerap di fitnah oleh warga sekitar, di dukunin biar dagang sepi  percaya atau tidak itu pernah terjadi, jujur sangat menyakitkan , dan kita harus menghadapi itu sendiri, karena memang papa aku udah Meninggal sejak aku smp, jadi tidak ada yang melindungi kita lagi, mau tidak mau kita harus menerima dengan lapang dada, kita harus ikhlas, karena aku yakin satu hari Karma itu akan berlaku. Sejak saat itu aku jadi trauma akan orang, setiap ada di tengah – tengah banyak orang aku selalu merasa mereka membenciku seperti dulu, aku selalu ingat kejadian menyakitkan itu, bahkan trauma itu masih terbayang sampai sekarang, Sekarang aku kuliah Semester 3 di salah satu Universitas di Jakarta , kenapa aku tidak kuliah di Semarang dan tinggal bersama mama dan adik ? jawabnya masih sama karena Trauma, kejadian itu masih sangatlah mengusik hidupku sampai sekarang, aku takut jika aku kuliah disana aku akan menjadi bahan olokan lagi karena Cina, setidaknya di Univ yang sekarang aku kuliah banyak sekali yang Cina seperti aku jadi tidak ada alasan untuk membuly satu sama lain hahaha ,
aku menulis ini bukan untuk apa-apa aku hanya ingin kalian jangan membully orang sekitar anda, karena itu sangat menekan batin, sangatlah menyakitkan. Bahkan sampai sekarang aku jadi orang yang sangat Introvert akut, aku masih takut akan kejadian itu, mungkin orang melihat aku orang yang sombong karena saking pendiamnya dan jarang berkomunikasi kecuali dengan orang yang benar-benar dekat atau teman. So yang masih jadi pertanyaan apa si salahnnya Cina ?? Kenapa begitu sangat dibenci? 
Maaf ya aku tidak ingin melecehkan siapapun, menghina Ras manapun aku hanya ingin mencurahkan isi hati lewat Blog.kalau ada kata kasar maafkan ya,,,
Terima Kasih ya yang udah mau baca
Xie Xie

Generasi Millenial

Bagaimana si perkembangan generasi kita sekarang? Kalau kita lihat di zaman di era 80 an, pasti sangatlah berbeda dengan generasi saat ini. Zaman dimana kita masih belom kenal dengan gedget dan fasilitas kekinian lainya, pasti terdengar membosankan bukan? Tapi jangan salah guys, justru generasi 80an sangatlah menyenangkan, kalian generasi 80an pasti pernah merasakan bagaimana rasanya kirim surat lewat pos, kenalan dari email,memberi parfum di kertas surat supaya dapat mengobati rasa kangen masing – masing... Duh romantis ya,  generasi 80an juga selalu memntingkan mimpi dan cita-cita guys, kerja keras, dan yang paling penting mereka tidak mengenal gengsi, meskipun sekolah sambil jualan es, atau mungkin jualan nasi bungkus, sekolah memakai baju seadanya, tas bolong, sepatu yang jebol  lain-lain, mereka tidak malu.. Karena yang paling penting bagi mereka adalah mimpi dapat tercapai, sangat berbeda  dengan generasi sekarang, kuliah hanya memamerkan tas branded, baju branded, hp, mobil, jalan-jalan ke mall, tempat yang mewah dan semua itu hanya untuk upload di media sosial, padahal percaya atau tidak di kos mereka cuma makan indomie , menyedihkan bukan ... Kadang juga sekolah cuma buat ajang tenar, dandan yang menor, pacaran yang extrem, dan lain sebagainya. Mungkin mereka tidak berfikir bagaimana orang tua kita bekerja banting tulang hanya untuk menyekolahkan kita agar kita jadi anak yang pandai, orang yang sukses , lalu kalau kita seperti demikian apa bisa kita jadi anak bisa membanggakan orang tua, cemon guys jadilah genersi yang pandai, generasi yang bisa membanggakan orang tua juga negara, stop jadi generasi yag madesu atau masa depan suram. Berubahlah jadi generasi yang baik mulai dari sekarang.